counter stats
Home » Cerita Bokep » Cerita Dewasa Ibu kost menjadi kekasihku | Cerita Sex 24 Februari 2019

Cerita Dewasa Ibu kost menjadi kekasihku | Cerita Sex 24 Februari 2019

Bokep Jepang Favorit Indonesia

Situs bokepjepang.info akan selalu memberikan video video dan cerita seks yang sangat mengairahkan dan membuat birahi pada semua para pecinta bokep dan video yang akan diberikan ini juga berupa video seks barat, seks jepang (yang dikenal dengan JAV) dan lain sebagainya kami juga memberikan cerita seks indonesia yang sangat menarik bagi para pecinta bokep untuk membacanya. kunjungila selalu bokepjepang.info agar para pecinta bokep tidak ketinggalan dengan video video dan cerita seks yang terbaru

saya ingin menceritakan pengalaman saya waktu masih kuliah semester lima dibandung sekitar 4 tahun yang lalu. nama saya sandi dan berasal dari jakarta dan waktu itu saya kos di dekat daerah dago. tempat konya lumayan bagus dan ibu kos saya waktu itu berumur sekitar 28 tahun. suaminya sudah meninggal karena kecelakaan lalu lintas dan dia belum sempat dikaruniai anak. untuk membiayai kehidupan sehari-harinya dia bekerja di salah satu bank swasta di bandung.

waktu pertama kali saya datang ke tempat kos, ibu kos saya agak ragu-ragu karena dia sebenarnya berencana untuk menerima wanita. maklum karena dia hanya tinggal sendiri ditemani seorang pembantu. untung akhirnya mbak karin mau menerima saya karena tahu saya adalah teman dekat saudara sepupunya.

suatu pagi waktu saya sedang sarapan mbak karin masuk ke ruang makan sehabis melakukan senam aerobik di halaman belakang. dia mengenakan baju senam warna merah muda dengan bahan yang cukup tipis tanpa lapisan dalam lagi. karena bajunya basah oleh keringat, waktu dia masuk saya cukup kaget, karena buah dada dan putingya terlihat jelas sekali di balik baju senamnya. saya yakin dia sadar akan hal itu dan sengaja mengenakan baju senam itu untuk menggoda saya.

waktu saya menoleh ke dadanya, mbak karin langsung bertanya “hayo, lihat apa kamu?”
saya sendiri hanya tersenyum dan berkata “ngak lihat apa-apa kok, lagian mbak pakai baju kok transparan betul sih?”
mbak karin balik bertanya”memangnya kamu ngak suka lihat yang begini?”
“ya suka dong mbak, namanya juga laki-laki”.waktu itu saya malu sekali dan mencoba untuk mengalihkan pembicaraan ke hal lainnya. tetapi sepanjang sarapan harus kuakui kalau saya berkali-kali mencoba untuk mencuri pandang ke arah dadanya

malam harinya ketika saya sedang nonton tv di ruang depan mbak karin menghampiri saya dengan menggunakan baju tidurnya yang berwarna putih. dia ikut nonton TV, dan selang beberapa lama dia berkata pada saya. “san,aku pegal-pegal semua nih badannya, mungkin karena aerobik tadi pagi.bantu pijitin mbak ya?”
dengan spontan saya berkata,”boleh mbak.dimana?”
“kekamar mbak aja deh”katanya

Sebenarnya saya sudah menunggu kesempatan ini sejak lama, tetapi memang karena saya orangnya pemalu, saya tidak pernah berani untuk mencoba-coba mengutarakan hal ini ke Mbak karin. Saya mengikuti Mbak karin ke kamarnya dan dia menyuruh saya duduk di tempat tidurnya. Mbakkarin kemudian mengambil baby oil dari laci sebelah tempat tidurnya dan memberikannya ke saya. Saya bilang kalau bajunya nanti kotor bila pakai baby oil. Tujuan saya sebenarnya adalah supaya Mbak karin mau melepaskan baju tidurnya. Mbak karin langsung mengangkat baju tidurnya di hadapan saya dan yang mengejutkan, dia hanya mengenakan celana dalam G-string berwarna putih yang tidak cukup untuk menutupi bulu kemaluannya yang lebat. Di kiri kanan celananya masih tampak bulu kemaluannya, Tubuhnya indah sekali, payudaranya besar dengan bentuk yang indah dan puting yang berwarna coklat kemerahan.

“Bagaimana san, menurut kamu badanku bagus?” Saya pun mengangguk sambil menelan ludah. Baru pertama kali ini saya melihat tubuh wanita dalam keadaan yang hampir telanjang bulat. Biasanya saya hanya melihat di film atau majalah saja. Mbak karin kemudian merebahkan badannya dan saya mulai memijitnya dari belakang setelah terlebih dulu mengoleskan baby oil. Luar biasa, kulitnya mulus sekali dan sekujur tubuhnya ditumbuhi oleh bulu-bulu halus yang menambah keseksiannya. Pada waktu saya memijit kaki dan pahanya, Mbak karin membuka kakinya lebih lebar, dan saya dapat melihat kemaluannya yang tercetak jelas pada celana dalamnya yang kecil itu. Belum lagi bulu kemaluannya yang keluar dan menambah indah pemandangan itu. Saya terus memijiti paha bagian dalamnya dan saya sengaja untuk tidak sampai ke selangkangannya agar dia terangsang secara perlahan-lahan. Mbak karin mengeluarkan lenguhan-lenguhan lembut dan saya tahu dia menikmati pijitan saya. Kakinya juga dibuka lebih lebar dan mengharapkan tangan saya menyentuh kemaluannya. Tetap saja saya sengaja untuk tidak menyentuh kemaluannya. Dari kemaluannya sudah mulai keluar sedikit cairan yang membasahi celana dalamnya. Saya tahu kalau dia sudah terangsang.

Saya minta Mbak karin membalikkan badannya. Dia langsung menurut dan saya usapkan baby oil di dada dan perutnya. Payudaranya cukup kenyal dan waktu saya memainkan jari-jari saya di putingnya dia menutup matanya dan terlihat benar-benar menikmati apa yang saya lakukan. Kemudian Mbak karin bangun dan meminta saya membuka pakaian saya. Dia berkata kalau dia sudah benar-benar terangsang dan sejak kematian suaminya dia tidak pernah tidur dengan seorang priapun. Aku minta Mbak karin yang melucuti pakaianku. Dengan cepat Mbak karin membuka baju kaos yang aku kenakan dan kemudian celana pendek dan celana dalamku. “Kamu juga sudah terangsang yah san?”. “Iya dong Mbak, dari tadi juga sudah berdiri begini”, kataku sambil tertawa. Mbak karin kemudian memegang kemaluanku dan mulai melakukan oral seks kepadaku. Terus terang itu adalah pertama kali seorang perempuan melakukan hal itu kepada saya. Waktu SMA saya pernah punya pacar tapi kami tidak pernah melakukan hal-hal sejauh itu. Paling-paling juga kami hanya berpegangan tangan dan berciuman. Mbak karin ternyata ahli sekali dan saya merasakan kenikmatan yang luar biasa.

Selang beberapa lama kemudian, Mbak karin melepaskan celana dalamnya dan menyuruhku tiduran di ranjang dan dia naik di atasku. Kakinya dibuka lebar di atas kepalaku sambil lidahnya menjilati kemaluanku. Pinggulnya diturunkan dan kemaluannya hanya beberapa senti di atas mukaku. Sungguh pemandangan yang sangat indah. Langsung saja aku menjilati kemaluan dan clitorisnya dari bawah. Ternyata rasanya tidak jijik seperti yang aku bayangkan sebelumnya. Cairannya sedikit asin dan tidak berbau. Aku tahu kalau dari kesehariannya yang resik, Mbak karin pasti juga rajin menjaga kebersihan kemaluannya.

Aku terus menjilati kemaluannya dan mulai memberanikan diri menjilati bagian dalamnya dengan membuka kemaluannya dengan jariku lebih lebar. Mbak karin sangat menikmati dan dia juga menjilati kemaluanku dengan lebih ganas lagi. Kemudian dia bangun dan memintaku memasukkan kemaluanku ke dalam punyanya. “Ayo dong san, aku sudah tidak tahan lagi nih”. Aku bilang kalau aku belum pernah melakukan hal ini dan Mbak karin berkata, “Kamu tiduran saja, nanti Mbak akan mengajari kamu.” Kemudian Mbak karin duduk di atasku dan dengan perlahan memasukkan kemaluanku. Rasanya nikmat sekali dan Mbak karin mulai menggoyangkan pinggulnya. Aku memejamkan mataku dan berpikir kalau beginilah rasanya berhubungan dengan wanita. Kalau sebelumnya hanya imajinasi semata, sekarang aku merasakan bagaimana nikmatnya berhubungan dengan wanita secantik Mbak Rita.

Malam itu kami berhubungan badan dua kali. Setelah kami selesai yang pertama, Mbak karin mengajak saya mandi dan kemudian mengganti sprei dengan yang baru karena kotor oleh keringat dan baby oil yang digunakan tadi. Kemudian kita lanjut lagi dan mencoba melakukan gaya-gaya lainnya.

Setelah kejadian malam itu, Mbak karin sering mengajak saya tidur di kamarnya dan hubungan seks di antara kami menjadi hal yang rutin kami lakukan. Mbak karin juga suka mengajak saya melakukannya di seluruh bagian rumah, dari ruang tamu sampai halaman belakang. Biasanya bila melakukan di luar kamar, kami melakukannya malam hari setelah pembantu tidur. Pernah sekali pembantu rumah memergoki kami di ruang tengah waktu dia mau mengambil minuman di dapur. Cepat-cepat dia memalingkan muka dan balik ke kamarnya. Setelah itu dia tidak pernah lagi keluar malam-malam dan itu lebih membuat kami lebih bebas melakukannya di rumah. Sewaktu pembantu mudik pada saat lebaran kami menghabiskan waktu di rumah tanpa mengenakan pakaian selembarpun. Mbak Rita yang mengusulkan hal itu dan begitu sampai di rumah Mbak karin langsung melucuti semua pakaian yang dikenakannya.

Saya juga mulai sering pergi dengan Mbak karin dan waktu itu hubungan kami sudah layaknya seperti orang pacaran. Diapun sudah tidak mau lagi disapa dengan Mbak dan dia minta saya memanggilnya dengan nama depannya sendiri. Dia juga tidak mau lagi menerima uang kos dari saya dan uang kiriman orang tua dapat saya gunakan untuk bepergian dengan dia. Satu hal yang saya ingin ceritakan, dia jarang sekali mengenakan celana dalam bila pergi keluar rumah, kecuali kalau ke kantor. Pernah juga beberapa kali saya minta dia ke kantor dengan tidak mengenakan celana dalam di balik roknya dan dia menuruti. Kalau saja karyawan laki-laki di bank tempat dia bekerja tahu kalau di balik roknya yang lumayan pendek itu tidak ada apa-apa lagi.. Kalau bra, biasanya dia kenakan karena bila tidak akan terlihat jelas dan dia risih bila banyak mata lelaki yang memandang ke arah dadanya.

Hubungan kami masih berlangsung sampai sekarang walaupun orang tuaku tidak menyetujui karena usianya yang jauh lebih tua dan statusnya yang janda. Saya sekarang bekerja di Jakarta dan bila akhir pekan saya selalu menghabiskan waktu saya di Bandung. Rencananya akhir tahun ini kami akan menikah walaupun orang tua saya tidak menyetujui.

kami berharap dengan adanya bokepjepang.info ini akan membuat semua para pecinta bokep lebih bergairah dan membuat birahi dalam urusan ranjang pada sang istri

Ayo share...
Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestEmail this to someone
Penulis: admin
Tags
Menu Title